Rabu, 01 Januari 2014

LAPORAN TANAMAN TOMAT BERUMUR 3 BULAN-YUDHA RINDU KURNIA

"LAPORAN TANAMAN TOMAT BERUMUR 2-3 BULAN"




a. Tanaman Tomat A


Tanaman tomat A pada masa pertumbuhannya diumur ke 2 minggu mulai menampakkan ciri-ciri daun kekuningan dan lama kelamaan menjadi layu dan kering





b. Tanaman Tomat B


Hampir sama dengan tanaman tomat a,tanaman tomat B juga menunjukkan ciri-ciri yang hampir sama namun masih ada daun yang tumbuh dengan subur








c. Tanaman Tomat C

Pada tanaman tomat C,pertumbuhan dan perkembangannya terjadi tidak signifikan,namun daunnya masih tetap berwarna kehijauan.



 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT


Pada pertumbuhan dan perkembangannya dari tanaman tomat tersebut,tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya,dari hasil tanaman yang saya tanam nyatanya tomat tidak tumbuh dengan subur,akan diiidentifikasi dari beberapa faktor,diantaranya:

Pertumbuhan adalah proses perubahan pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi)
Ciri pertumbuhan adalah sel bertambah banyak, 2 selnya membesar, 3 bersifat irreversible.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan pada masing-masing individu.
Ciri perkembangan adalah


A.    Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan
1.      Cahaya merupakan factor utama sebagai sumber energy dalam fatosintesis untuk memproduksi tepung atau karbohidrat, namun cahaya juga sebagai penghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat mengurangi auksin.
2.      Suhu atau Temperatur, mempengaruhi pertumbuhan pada rproduksi tumbuhan . Perubahan temperature dari dingin atau panas mempengaruhi kemampuan fotosintesis ,translokasi, respirasi, dan transpirasi.
3.      Kelembaban , kondisi lembab menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang di uapkan. Kondisi tersebut mendukung pemanjangan sel-sel.
4.      Air merupakan senyawa utama yang sangat dibutuhkan tumbuhan . Air berfungsi untuk fotosintesis , mengatifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembaban dan membantu perkecambahan biji. Tanpa air reaksi kimia dalam sel tidak dapat berlangsung sehingga mengakibatkan kematian tumbuhan.
5.      Nutrisi (makanan) merupakan bahan baku utama untuk organism dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Seperti karbon,oksigen,hydrogen,nitrogen,sulfur,fosfor,kalsium,kalium,dan magnesium. Jika tumbuhan kekurangan sebagian nutrisi itu maka akan mengalami defisien.
6.      Oksigen, berfungsi dalam reaksi metabolism tumbuhan karena oksigen penting dalam respirasi yang menghasilkan energy.
7.      Grafitasi, Bila cahaya mempengaruhi arah tumbuhan tunas maka pengaruhi bumi akan mempengaruhi pertumbuhan akar menuju ke pusat bumi. Arah gerak akar yang membumi disebut Geotropisme.
B.     Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan.
1.      Gen , adalah sifat turunan yang dapat diturunkan pada krturunannya,Pembentukan protein yang merupakan bagian dasar penyusun tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara langsung oleh gen.
2.      Hormon, adalah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada satu bagian tumbuhan,sedangkan respons pertumbuhan terhadap hormone terjadi di bagian tumbuhan lainnya. Misalnya: Akar,batang dan daun. Sedangkan hormon tumbuhan (fitohormon)  antara lain  auksin,sitokinin,dan giberelin.

I.                  Hormon pada tumbuhan

1.      Auksin
Banyak terdapat pada titik tumbuh batang (koleoptil) dan akar (koleoriza)

Fungsi dalam
-          Pembentangan sel
-          Pembelahan sel
-          Merangsang pembentukan buah dan bunga
-          Menyebabkan pembengkakan batang
-          Merangsang akar lateral dan akar luar
Teknologi pemanfaatan auksin
-          Pemotongan ujung batang bonsai
-          Partenokarpi
-          Pemberantasan gulma
2.      Giberelin
Banyak terdapat pada berbagai organ seperti akar, batang, tunas, daun, tunas-tunas bunga, bintil akar buah dan jaringan kalus serta biji
Berfungsi dalam
-          Merangsang atau memacu aktifitas cambium
-          Berperan dalam partenokalpi
-          Mempercepat tumbuhan bunga
-          Merangsang pertumbuhan lebih cepat tinggi dan normal
-          Diferensiasi akar
Teknologi pemanfaatan
-          Menambah tinggi jagung yang kerdil
-          Pada gandum untuk mensintensis entim hidrolisispati
-          Pembuatan bonsai
3.      Sitokinin
Banyak terdapat pada jaringan pembuluh tumbuhan
Berfungsi dalam
-          Merangsang pelebaran daun
-          Memperkecil dominasi apical
-          Menunda pengguguran daun
-          Merangsang pertumbuhan daun sehingga lebih cepat memanjang

Teknologi pemanfaatan sitokinin
-          Pengawetan bunga dan buah kultur jaringan
-          Perontokan bunga dan buah

4.      Asetilin
Banyak terdapat pada buah yang sudah tua
Berfungsi dalam
-          Mempercepat pemasakan buah
-          Berperan dalm pengguguran bunga dan daun
-          Menyebabkan pertumbuhan batang kokoh dan tebal
Teknologi pemanfaatan asetilin
-          Penggunaan karbit pada pemasakan buah
-          Pengaruh etilen terhadap pemasakan buah tomat
5.      Asam absisat
Banyak terdapat pada batang daun dan biji
Berfungsi dalam
-          Membantu pembentukan zona absisi sehingga menyebabkan pengguguran daun,buah dan daun
-          Membantu penutupan stomata daun untuk mengurangi penguapan
-          Mempertahankan diri jika berada pada lingkungan yang tidak sesuai
6.      Asam traumalin
Banyak terdapat pada cambium pada batang dikotil
-          Regenerasi sel pada tumbuhan jika jaringan tumbuhan terluka
7.      Kaulokalin
Banyak terdapat pada jaringan maristem pada seluruh tumbuhan
Berfungsi dalam
-          Merangsang pembentukan batang
8.      Filokalin
Banyak terdapat pada jaringan meristem pada seluruh tubuh tumbuhan
Berfungsi dalam
-          Merangsang pembentukan daun
9.      Antokalin
Banyak terdapat pada jaringan meristem pada seluruh tubuh tumbuhan
Berfungsi dalam
-          Merangsang pembentukan bunga, batang dan akar tanaman mempunyai kemampuan untuk memperbaiki luka
10.  Rizokalin
Banyak terdapat pada jaringan meristem pada seluruh tubuh tumbuhan
Berfungsi dalam
-          Merangsang pertumbuhan akar rizokalin identik dengan vitamin B1
II. Jenis pertumbuhan
a.      Pertumbuhan primer
Terjadi karena aktifitas auksin di ujung batang yang menyebabkan pertumbuhan memanjang dan terjadi pada ujung batang dan ujung batang dan ujung akar dibedakan atas ujung apical (atas) dan ujung lateral (samping). Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung akar dan batang dibedakan menjadi daerah pembelahan , pemanjangan dan pematangan. Pada daerah pembelahan terdapat sel-sel yang selalu aktif membelah. Daerah pemanjangan terdapat dibelakang daerah pembelahan . Pada daerah pembelahan , sel-sel memanjang sampai sampai lebih dari 10x panjang semula. Daerah pematangan berada didaerah paling belakang dari daerah pertumbuhan sel-sel pada daerah pematangan mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya daun muda dan tunas laterl yang akan menjadi cabang.
b.      Pertumbuhan sekunder
Terjadi pada batang pertumbuhan membesar yang terjadi karena aktifitas cambium kearah luar dan dalam . Kearah luar cambium membentuk floem dan kearah dalam membentuk xylem.



Rabu, 02 Oktober 2013

BANGUN (BENTUK) DAUN

Struktur Jaringan & Fungsi Daun - Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.

Daun memiliki bentuk dan ukuran tertentu sehingga dapat melakukan tugas penting, membuat makanan seefisien mungkin. Tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat menangkap sinar matahari sebanyak mungkin. Di daerah yang banyak hujan, daun sering memiliki lapisan yang mengkilat dan tahan air. Beberapa daun memiliki duri untuk melindungi diri, sementara daun lainnya tebal dan kuat untuk bertahan di udara dingin.



1. Fungsi Daun
Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
1) Membuat makanan melalui proses fotosintesis.
2) Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
3) Menyerap CO 2 dari udara.
4) Respirasi.

2. Struktur Jaringan Penyusun daun
Daun berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau. Daun ditopang oleh tangkai daun. Tangkai daun berhubungan dengan tulang daun. Tulang daun bercabang-cabang membentuk jaring jaring pembuluh angkut. Struktur daun dibedakan atas struktur luar dan struktur dalam.

a) Struktur Jaringan luar Daun
Secara morfologi daun terdiri dari:
– Helaian daun ( lamina ).
– Tangkai daun ( petiolus ), terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput.
– Pelepah daun ( folius ), pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.


Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu.

Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,

Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.

b) Struktur Jaringan dalam Daun

1) Epidermis Daun
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas.

2) Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.

3) Berkas Pengangkut Daun
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan Daun
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Sekarang kita akan mempelajari perbedaan struktur jaringan penyusun daun Monokotil dan Dikotil tersebut dengan lebih rinci.

1) Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil
Bentuk daun Dikotil bermacam-macam, bertangkai daun, dan urat daunnya menyirip atau menjari

Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1 berikut
Tabel 1. Jaringan Penyusun Daun Dikotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No
Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri - Ciri
a)
Epidermis
Menyusun lapisan permukaan
atas dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Menjaga bentuk daun agar
 tetap.
Terdiri dari satu lapis sel kecuali
tanaman Ficus (tanaman karet).
b)
Kutikula
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun.
Zat kutin pada kutikula
mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Penebalan dari zat kutin.
c)

Stomata
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun
– Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
– Sel penjaga sebagai pengatur
membuka dan
menutupnya stomata.

Mulut daun pada epidermis
dengan dua sel penutup
d)
Rambut dan
kelenjar
Permukaan atas dan
bawah daun.
Alat pengeluaran.
Alat tambahan pada epidermis
e)
Mesofil
Di antara lapisan epidermis
atas dan
bawah.
Tempat berlangsungnya
fotosintesis.
– Terdiri dari sel parenkim,
banyak ruang antarsel.
– Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan
tiang) dan spons (jaringan
bunga karang).
– Sel-sel jaringan tiang berbentuk
silinder, tersusun rapat,
dan mengandung klorofil.
– Sel-sel jaringan bunga karang
bentuknya tidak teratur, bercabang-
cabang dan berisi
kloroplas, susunannya renggang.
f)
Urat daun
Pada helai daun.
Transportasi zat.
Menyirip atau menjari.



2) Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil
Daun Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang membungkus batang, serta urat daunnya sejajar.



Adapun macam, letak, fungsi, dan ciri-ciri jaringan penyusun daun Monokotil, dijelaskan dalam Tabel 2. berikut.

Tabel 2. Jaringan Penyusun Daun Monokotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No
Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri - Ciri
a)
Epidermis
dan
kutikula
Lapisan permukaan atas
dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Terdiri dari satu sel dengan penebalan
dari zat kutin.
b)
Stomata
Berderet di antara urat
daun.
Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
Mulut daun dengan dua sel penutup.
c)
Mesofil
Pada cekungan di
antara urat daun.
Membuat zat makanan melalui
fotosintesis.
Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya
seragam kecuali mesofil berkas
pengangkut lebih besar, kloroplasnya
lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.
d)
Urat daun
Pada helai daun.
Transportasi zat.
Sejajar.



.     TEORI DASAR
Daun merupakan bagian dari tumbuhan yang paling penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:
  1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
  2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
  3. Penguapan air (transpirasi)
  4. Pernapasan (respirasi)
  1. Bagian-bagian daun
         Daun lengkap terdiri atas tiga bagian, yaitu:
 1. Upih daun atau pelepah daun (vagina) 
2. Tangkai daun (petiolus)  
3. Helaian daun (lamina)
  1. Bangun/ bentuk daun (Circumscription)
Berdasarkan letak daun yang tersebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu :
  1. 1.      Bagian yang terlebarnya kira-kira di tengah-tengah helaian daun.
Tumbuhan yang memiliki daun yang terlebarnya terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (peltatus), jorong (opalis atau ellipticu), memanjang (oblongus) dan bangun lanset (lanceolatus).
  1. 2.      Bagian terlebar di bawah tengah-tengah helaian daun
Daun-daun yang mempunyai bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu :  
a.      Pangkal daunnya tidak bertoreh.
Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti : bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).   

b.      Pangkal daun bertoreh atau berlekuk.
Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
  1. 3.          Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian daun
Daun dengan bagian terlebar terdapat di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus) dan bangun sudip atau spatel atau solet (spathulatus).
  1. 4.          Tidak ada bagian terlebar atau dari pangkal  ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya.
Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus) dan bangun jarum (acerosus).
  1. Ujung daun (Afex folli) dan pangkal daun (basis folli)
Ujung dan pangkal daun memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
  1. Susunan tulang daun (nervatio atau venation)
Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu : daun-daun yang bertulang menyirip (penninervis), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cerninervis), dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).
  1. Tepi daun (margo folli)
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu rata (integer) dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu:
  1. 1.      Tepi daun dengan toreh yang merdeka
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda atau rangkap (bisseratus), bergerigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).
  1. 2.      Toreh daun denga toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya
Berdasarkan dalamnya torehan pada tepi daun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : berlekuk (lobatus), bercangap (fissus), dan berbagi (partitus).
  1. Daging daun (intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging daunnya. Oleh karena itu daging daun dapat bersifat tipis seperti selaput (membranccus), seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), tipis lunak (herbaceous), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit bertulang (coriaceus), dan berdaging (carnosus).
  1. Warna daun 
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang warnanya tidak hijau. Selain itu warna hijau pada pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi/nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
  1. Permukaan daun
Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadang-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahan yang berupa sisik, rambut-rambut, duri, dan lain-lain. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (laevis), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (lepidus). 
    1. A.  Tabel Hasil Pengamatan
No.
Nama tumbuhan
Bangun daun
Ujung daun
Pangkal daun
Tepi daun
Daging daun
Permukaan atas dan bawah daun
Warna daun
Atas
Bawah
1.
Daun Bambu
Pedang
Runcing
Bulat 
Bertepi rata
Seperti kertas
Kasap
Berbulu kasar
Hijau
2.
Daun Tebu
Pita
Runcing
Bulat
Bertepi rata
Seperti kertas
Licin
Berbulu kasar
Hijau
3.
Daun Pisang
Memanjang
Runcing
Tumpul
Bertepi rata
Seperti kertas
Licin
Licin berlapis lilin
Hijau
4.
Daun Jarak
Bulat
Meruncing
Membulat
Bergerigi ganda
Tipis lunak
Licin
Berkerut
Hijau
5.
Daun Adelia
Bulat telur sungsang
Runcing
Meruncing
Bergerigi
Tipis lunak
Bebulu halus dan rapat
Licin
Hijau
6.
Daun Keladi
Perisai
Runcing
Rompang
Bertepi
Tipis lunak
Licin
Licin
Hijau
7.
Daun Mangga

Memanjang
Meruncing
Runcing
Bertepi rata
Seperti kertas
Licin mengkilat
Licin mengkilat
Hijau




BANGUN (BENTUK )  DAUN (CIRCUMSCRIPTIO)




RUMPUT-RUMPUTAN (Gramineae)
Bentuk Daun  : Bangun Pita  (ligulatus). Serupa dengan bangun garis,tetapi lebih panjang lagi,juga didapati pada jenis-jenis rumput ,misalnya Jagung (Zea mays L)




ILALANG

Bentuk Daun   : Bangun Garis (linearis) , Pada penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang,misalnya daun bermacam-macam rumput (Gramineae).









Bentuk Daun  : Berbagi Menyirip (pinnatipartitus) ,tepi berbagi dengan dengan susunan tulang yang menyirip,misalnya daun kenikir (Cosmos caudatus M.B.K.) dan sukun (Artocarpus communis forst)



KELADI

Bentuk Daun  : Bangun Perisai (Peltatus) . Daun yang biasanya bangun bulat mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pada pangkal daun melainkan pada bagian tengah helaian daun,misalnya pada teratai besar  tersebut diatas,pada daun jarak,dll.Dalam hal yang demikian itu dinamakan daun perisai.




DAUN MANGGA

Bentuk Daun  : Memanjang (oblongus) yaitu jika panjang : lebar = 2.5 -3 : 1. misalnya daun srikaya (Annona squamosa L.





DAUN POKAT

Bentuk Daun  : Jorong (ovalis atau elliptius) yaitu jika perbandingn panjang  : lebar = 1.5-2 : 1 seperti dapat dilihat pada daun nangka (artocarpus integra merr




DAUN PULAI

Bentuk Daun  : Lanset (lanceolatus) yaitu jika panjang : lebar = 3-5 : 1 misalnya daun kamboja (Plumiera acuminata Ait)